Blogger Widgets Ilmu Sosial untuk Psikologi : Filsafat Manusia, Sosiologi, dan Antropologi

Minggu, 14 Desember 2014

Kompas, 13 Desember 2014

Menghidupkan Komik 
Indonesia

  Oleh: Susie Berindra   



Chris Lie
-          Lahir: Solo, 5 September 1974
-          Istri: Renie Setyadharma
-          Anak: Dante Nicholas Lie
-     Pendidikan:
- S-1 Teknik Arsitektur, Institut Teknologi Bandung, 1997
- S-2 Savannah College of Art and Design, Savannah, AS, 2005
      -     Karier:
- Freelance Desainer Konsep, Ilustrator dan Komikus, 1999-2007
- Direktur Caravan Studio, 2008-kini
- Direktur re:ON Comics, 2013-kini
      -     Prestasi:
- Juara Pertama Jakarta International Art Festival, 2001
- Juara Kedua AXN-Asia Anime Action Strip Contest 2001
- Finalis Stan Lee Foundation, 2008
- Finalis International Young Creative Entrepreneur, 2008
- Peringkat ke-4 New York Times Manga Best Seller, 2009
Sejak kecil, Chris suka menggambar. Semua seri komik petualangan Tintin dilahapnya. Saat akan kuliah, dia mau memilih bidang seni rupa dan desain, tetapi orangtua membuatnya mengambil Jurusan Teknik Arsitektur di Institut Teknologi Bandung.
Chris ingin mengembangkan sayap ke tingkat internasional. Impian itu diraihnya dengan memenangi Jakarta International Art Festival 2001.
Untuk tugas magang kuliahnya, Chris melamar ke Devil’s Due Publishing (DDP), Chicago, Illinois, AS. Tak putus asa, Chris tetap menggambar komik meski DDP tak menghiraukan karyanya. Sampai suatu siang dia diminta membuat komik GI Joe seri baru. ”Saya diberi tahu pukul 13.00 dan harus selesai pukul 16.00. Hasilnya? Mereka suka,” ujarnya.
Komik karya Chris lainnya yang mendunia adalah Drafted One Hundred Days yang salah satu episodenya menampilkan Presiden Barack Obama dengan kostum tentara berwarna coklat dan sekop di tangan.
Kembali ke Indonesia, dia memegang beberapa proyek dari banyak pihak. Dia mengajak tiga teman bekerja sama mendirikan Caravan Studio pada 2008. Dari awalnya empat orang, kini Caravan Studio memiliki sekitar 30 komikus yang mengerjakan proyek dari berbagai perusahaan di AS, Jepang, Australia, dan Belanda. Selain komik, mereka juga mengerjakan desain karakter video game, mainan, dan card game.
Chris bercerita, pada 1980-2000, komik nasional tak terdengar gaungnya. Karya komikus Indonesia, seperti RA Kosasih, Teguh Santosa, dan Hans Jaladara, hilang di pasaran berganti dengan komik-komik impor. Alhasil, generasi muda lebih mengenal karakter komik impor.
Pada Juli 2013, Chris bersama Andik Prayogo dan Yudha Negara Nyoman membuat majalahre:ON Comics. Sambutan untuk seri komik yang terbit setiap enam minggu sekali ini amat bagus.
Nama-nama komikus yang mengisi majalah ini pun mulai dikenal masyarakat. Salah satuunya sebut saja Is Yuniarto dari Surabaya yang membuat The Grand Legend Ramayana. Cerita wayang dengan terjemahan bebas yang digambarkan lebih modern.
Chris berharap seri komik itu bisa dijual ke pasar internasional, selain mengirimkannya untuk festival komik internasional. Caravan Studio dan re:ON Comics menjadi salah satu tumpuan komikus Tanah Air.

                Memperkenalkan kembali komik-komik yang telah dibuat oleh orang-orang terdahulu agar generasi sekarang dapat memberi perhatiannya sangatlah dibutuhkan, karena kebanyakan generasi jaman sekarang lebih perduli dengan barang apapun itu yang berasal dari luar Indonesia. Saya juga kagum dengan sosok Bapak Chris ini karena walaupun telah mengalami kegagalan di berbagai situasi, ia masih ingin untuk berusaha mendapat dan menjadi apa yang memang telah menjadi hobinya sejak kecil. Dan akhirnya perjuangannya tidak sia-sia, ia dapat menghidupkan kembali para komikus Indonesia sehingga saya harap masyarakat dapat mendukung kegiatan yang dilakukannya.

Elvina Dyarosya
1801390656
LA64

2 komentar:

  1. Kesuksesan akan didapatkan dengan kesungguhan dan kegagalan terjadi akibat kemalasan. Sukses tidak mengenal kata menyerah, karena jika kita tidak merasakan kegagalan kita tidak akan tau bagaimana belajar dari pengalaman dan selalu introspeksi terhadap kesalahan. Kegagalan merupakan guru terbaik yang mengajari kita agar terhindar dari sebuah kesalah dan mengarkan kita ke jalan yang seharusnya untuk menuju kesuksesan. Percaya atau tidak, jika kita sedang gagal, maka kita akan mencapai yang namanya kesuksesan:)

    BalasHapus
  2. Sosok Bapak Chris terus berusaha agar segala yang ia inginkan tercapai agar komikus Indonesia menjadi lebih berkembang dan komik yang dibuat komikus Indonesia dikenal di berbagai kalangan didalam ataupun luar negeri. Semoga hal ini bisa menjadi inspirasi terbaik bagi generasi muda agar dapat mengembangkan komik lebih baik lagi. Terima kasih elvina sudah membagi hal inspirasi ini :)

    BalasHapus