Blogger Widgets Ilmu Sosial untuk Psikologi : Filsafat Manusia, Sosiologi, dan Antropologi

Minggu, 21 Desember 2014

Kompas, 20 Desember 2014


Menjaring Pelari Ultra Indonesia
Oleh: 

Hendra Wijaya 
♦ Lahir:  Lampung, 26 November 1966
♦ Pendidikan:  S-1 Institut Pertanian Bogor
♦ Pekerjaan:  
- Direktur (pemilik)  PT RajawaliMulia Perkasa (industri garmen)
- Hobi:  petualangan, lari trail, bersepeda, renang, basket 
♦ Organisasi:
- Ketua Harian Persatuan Bola Basket Indonesia Kota Bogor (2006-2008)
- Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Kota Bogor (2010-2014)
- Co-Founder Trail Runners Indonesia
♦ Pengalaman Lomba:  Telah mengikuti 20 event internasional, antara lain:
- The North Face Ultra Trail Run (100 km), Singapura, 15 Oktober 2011
- Vibram Hongkong Ultra Trail Run (100 km), 18 Februari 2012
- Metaman,  sepeda (3.8 km)- renang (180 km)-lari (42 km), Bintan, 15 September 2012
- GNW Ultra Trail Run 174 km, Australia,  10-11 November 2012
- King of the Mountain (160 km), Filipina,  22-23 Februari 2012
- Trans Singapore Run 230 km, Singapura,  7-9 Juni 2013
- Bromo Tengger Semeru100 Ultra 170 km, Indonesia,   22-24 November
- Coast to Kosci Ultra Marathon 240 km,  Australia,  6 Desember 2013
- Carstensz Pyramid Summit (4.884 m), Papua,   April 2014
- Redfox Elbrus Race to Summit (5.642 m), Rusia,  7-11 Mei 2014
- Kilimanjaro Summit (5.895 mdpl) di Tanzania,  Afrika, 10 Juni 2014
♦ Race Organize (Pendiri),  antara 
lain:
- Mount Rinjani Ultra 52 km (MRU) 
- Bromo Tengger Semeru 100 Ultra (BTS100)
- MesaStila Challenge Ultra (MCU) 60 km
- Gede Pangrango 100 km (GP100)

Indonesia kini menjadi ladang perburuan pelari-pelari lintas alam (trail) dunia. Mereka berdatangan untuk menjajaki alam Indonesia yang indah dan menantang. Para pelari trail dan ultra-trail itu berkompetisi untuk mendapatkan poin demi poin yang mereka kumpulkan, yang akan menjadi tiket mereka ke event bergengsi Ultra-Trail du Mont-Blanc Swiss.
Di dalamnya ada nama Hendra Wijaya yang berperan besar untuk menghidupkan lari lintas alam-gunung ekstrem itu. Di antara para penggemar olahraga lari, Hendra menjadi bahan diskusi yang menakjubkan karena kiprahnya melakukan hal-hal yang tidak semua orang biasa bisa melakukannya.
Direktur dan pemilik sebuah perusahaan garmen itulah yang kini giat menjadi penyelenggara lari trail. Dia bersama Aki Niaki, rekan pelarinya dari Bandung, pertama kali memperkenalkan lari gunung Nusantara sejak tahun 2011.
Hendra adalah ”Hyperman” pertama Indonesia yang telah menyelesaikan kerasnya lomba 3,5 kali lebih dari kategori Ironman ataupun Metaman.
GP100 memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan poin pada kualifikasi Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB). UTMB adalah salah satu lomba lari trail marathon yang berlangsung satu tahun sekali di kawasan Alpen, melintasi Perancis, Italia, dan Swiss. Jarak yang ditempuh pada 2015 sekitar 170 kilometer, dengan total elevation gain sekitar 10.000 meter.
Perkenalan Hendra dengan olahraga lari trail bisa dibilang seperti ”sudah jalannya”. Penggemar olahraga basket itu cedera serius karena terjatuh dari sepeda gunung (montain bike) saat menjelajahi trek-trek menantang di Bogor.
”Setelah sembuh, saya tetap ingin menikmati alam. Untuk itu, lintasan yang biasa dipakai sepeda gunung saya jelajahi dengan lari,” kenangnya. Bekas jahitan tampak memanjang di kedua tangannya.
Kini Hendra hampir tak pernah absen mengikuti berbagai event ultra- trail internasional. Maret tahun depan, dia akan mengikuti lomba lari di Kutub Utara dalam event Likeys 6633 Ultra sejauh 350 mil (560 kilometer) di Kutub Utara. Lomba ini dianggap sebagai lombaultra-marathon dengan kategori terkeras, terdingin, dan angin terekstrem di Planet Bumi.
Untuk menjaga stamina dan kebugaran fisik, Hendra biasa berlatih di Kebun Raya Bogor dan mengelilingi kawasan seluas 87 hektar itu. Sesekali diselingi bersepeda dari rumahnya ke Cibodas dan melanjutkan dengan lari ke Gunung Gede.
Kiprahnya di dunia ultra-trail membuahkan hasil. Para pelari internasional kini menanti setiap lomba lari trail di Indonesia yang dia selenggarakan. Pemerintah daerah mulai menjadikan lomba trail menjadi agenda tahunan mereka. Pelari trail Indonesia pun mulai bermunculan, menampakkan prestasi.

            Semangat yang dimiliki oleh Bapak Hendra sangatlah pantas untuk dikagumi. Hobby nya berpetualang yang salah satunya adalah mendaki gunung tidak hanya dijadikannya sebagai hobby, kegiatan mendaki gunung ini tidak dilakukannya seperti pendaki gunung biasanya, ia mendaki gunung dengan berlari sehingga tidak salah orang memanggilnya sebagai “Hyperman”. Ia pun telah mengikuti berbagai jenis lomba dalam mendaki gunung ini dan Ia bersama temannya membuat acara lari trail yang membuat pelari trail Indonesia bermunculan  untuk menunjukkan prestasinya.

Elvina Dyarosya
1801390656
LA64

2 komentar:

  1. Terdengar menarik dan lucu untuk sebutan sebuah "Hyperman" dan saya baru mengetahui ada orang yang berlari saat mendaki gunung. Hal ini sangatlah unik dan bagus untuk kondisi fisik. Memiliki hobi naik gunung memang tidak salah apalagi hobi mendaki gunung dapat membawanya memenangkan sebuah lomba:)

    BalasHapus
  2. Mendaki memang sudah menjadi hobby kebanyakan orang, tetapi jarang ada yang sampai membawa prestasi untuk mengharumkan bangsa. Saya salut dengan Bapak Hendra, semoga prestasi ini bisa terus meningkat, dan membawa nama bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

    BalasHapus