Blogger Widgets Ilmu Sosial untuk Psikologi : Filsafat Manusia, Sosiologi, dan Antropologi

Sabtu, 04 April 2015

Pertemuan Kelima

Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom

     1.     Knowledge ( Pengetahuan)
1.1           Pengetahuan tidak bisa dipandang seperti memandang suatu objek yang terdapat di sana, di depan subjek, yang dapat dijangkau oleh pandangan dan oleh tangan manusia.
1.2           Pengetahuan itu dikatakan indrawi lahir atau indrawi luar kalau orang mencapainya secara langsung. Sedangkan Pengetahuan itu dinamakan pengetahuan indrawi batin ketika menampakkan dirinya kepada orang dengan ingatan dan khayalan.
1.3           Pengetahuan seterusnya disebut perseptif, ketika sambil muncul secara spontan. Dan Ada juga yang disebut pengetahuan refleksif, ketika pengetahuan itu membuat objektif kodrat dari suatu realitas apa pun juga.
1.4           Pengetahuan itu adalah induktif, bila menarik yang universal dari yang individual, dan sebaliknya deduktif, bila menarik yang individual dari yang universal.
1.5           Meskipun pengetahuan menyerupai kesadaran namun tidak ada persesuaian yang sempurna antara pengetahuan dan kesadaran. Pengetahuan adalah kegiatan yang menjadikan suatu realitas menjadi kurang lebih dinyatakan.

2.  Intelligence ( Pengertian)
2.1           Istilah Inteligensi diambil dari kata intellectus dan kata kerja intellegere (bahasa Latin). Kata intellegere terdiri dari kata intus yang artinya dalam pikiran atau akal, dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap. Kata intellegere dengan ini berarti membaca dalam pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam.
2.2           Inteligensi adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi fungsi-fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi, konsentrasi.
2.3           Pada tingkat intelek (pemahaman) yang lebih tinggi, inteligensi juga dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah-masalah (soal-soal kebingungan) dengan penggunaan pemikiran abstrak.
2.4           Bentuk-bentuk kegiatan intelektif manusia berasal dari tahap-tahap yang paling rendah (sederhana) sampai ke tahap yang lebih tinggi (kompleks). Pengetahuan itu berjalan dari tahap yang tidak sadar sampai kepada tahap yang sadar yang menempatkannya secara sistematis dan reflektif.
2.5           Tahap pengetahuan yang semakin kompleks lagi adalah kegiatan bernalar yang bersifat diskursif. Istilah diskursif dari kata di-curres artinya berlari ke berbagai arah melalui induksi, deduksi, refleksi, subjektif-objektif, dan sebagainya (Leahy, 1993: 132).

3.       Affection ( Afektivitas)
3.1           Cipta (kognisi), karsa (konasi), rasa (afeksi), itulah trias-dinamika manusia, atau manusia sebagai trias-dinamika.
3.2           Di samping pengetahuan, afektivitas juga membuat manusia berada secara aktif dalam dunianya serta berpartisipasi dengan orang lain dan dengan peristiwa-peristiwa dunianya.
3.3           Afektivitas tidak sama dengan pengetahuan, namun menjadi penggerak atau penyebab dan sekaligus akibat dari proses pengetahuan manusia dalam arti penerapannya dalam bentuk perbuatan atau tindakan.
3.4           Afektivitas bukan hanya tindakan ke arah kebutuhan selera, kecenderungan. atau apa yang jasmaniah saja. tetapi juga spiritual dan intelektual atau intelligible. Afektivitas adalah satu dari unsur-unsur pokok dasariah dari cara berada manusia di dunia dan satu dari dimensi-dimensi esensial roh manusia.
3.5           Jadi, untuk mencapai afektivitas, subjek harus berada dalam kondisi dimana subjek akan melahirkan kegiatan afektif. Adapun kondisi-kondisi tersebut ialah :
-          Pertama, antara subjek dan objek harus ada ikatan kesamaan atau kesatuan itu sendiri, karena ketika tidak ada kesamaan maka tidak akan ada afektivitas.
-          Kedua, nilai (baik dan buruk)
-          Ketiga, sifat dasariah dan kecenderungan kognitif.
-          Keempat, mengenal adalah kausa dari afektivitas.
-          Kelima, imajinasi. Untuk menimbulkan kegiatan afektif maka imajinasi dapat menjadi sebuah pendorong, semangat, mempengaruhi bahkan membohongi.

4.       Freedom ( Kebebasan)
4.1           Kebebasan pada jaman sekarang bukan hanya berarti sekedar terbebas dari keadaan terjajah, namun mungkin lebih berarti bebas untuk mengaktualkan diri di tengah-tengah perkembangan jaman ini.
4.2           Seorang manusia disebut bebas kalau perbuatannya tidak mungkin dapat dipaksakan atau ditentukan dari luar. Manusia yang bebas adalah manusia yang memiliki secara sendiri perbuatan-perbuatannya. Kebebasan adalah suatu kondisi tiadanya paksaan pada aktivitas yang dikerjakan oleh seseorang.
4.3           “Freedom is self-determination”. Berdasarkan pengertian itu dapat dikatakan bahwa kebebasan merupakan sesuatu sifat atau ciri khas perbuatan dan kelakuan yang hanya terdapat dalam manusia dan bukan pada binatang atau benda-benda.
4.4           Secara ringkas Louis Leahy membedakan tiga macam atau bentuk kebebasan, yaitu :
-                 Kebebasan Fisik adalah ketiadaan paksaan fisik. Artinya adalah tidak adanya halangan atau rintangan-rintangan eksternal yang bersifat fisik atau material.
-                 Kebebasan Moral sebagai ketiadaan paksaan moral hukum atau kewajiban. Kebebasan moral tidak sama dengan kebebasan psikologis. Meskipun demikian antara keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat.
-                 Kebebasan Psikologis berarti ketiadaan paksaan secara psikologis. Orang dikatakan bebas secara psikologis jika ia mempunyai kemampuan untuk mengarahkan hidupnya.  


Sumber :

Bahan Kuliah Binus Maya tentang Human Philosophical Reflection : Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom. ( Diunduh pada 3 April 2015).

11 komentar:

  1. Holla Vinaaaa, Materi yang kamu sampaikan sudah bagus, sistematis juga. kallo bisa ditambahkan gambar gitu supaya menarik materinya. aku kasih nilai 80 yah:) mangaatt:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Ata!! terimakasih untuk masukan dan pemberian nilainya!;)

      Hapus
  2. hallo vinaa informasi yang kamu berikan sangat menambah wawasan. aku kasih kamu nilai 81 ya :) God bless you vina <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Ellen! makasih yaa untuk pemberian nilainya :) GBU too leen:)

      Hapus
  3. Hai vina! Materi yang kamu sampaikan menurutku sudah cukup jelas dan lengkap. Aku kasih kamu nilai 84 yah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Afii! terimakasihh untuk pemberian nilainya ya! ;)

      Hapus
  4. Hai vina, informasi yang kamu berikan sudah jelas, rapih, dan sistematik. aku kasih nilai kamu 81 ya:))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Acaaa. makasih untuk masukan dan pemberian nilainya :)

      Hapus
  5. Hai vina.Informasinya sudah lengkap,walau sederhana tapi mudah dimengerti.Saya kasih nilai 81.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Jovaan. makasih buat masukan dan pemberian nilainya.

      Hapus
  6. Online Gambling USA - JamBase
    Online gambling is becoming a global 화성 출장안마 phenomenon, and our goal is 시흥 출장마사지 to 제주 출장마사지 help businesses, including online gambling operators and poker 강릉 출장샵 players, Sports Betting Online. 광주 출장마사지

    BalasHapus